Bukit Cinta Rawa Pening (instagram @eerfann)
Bukit Cinta Rawa Pening (instagram @eerfann)

WisataJateng.ID – Salah satu tempat wisata yang terletak di Kabupaten Semarang adalah Bukit Cinta Rawa Pening. Tempat ini menyuguhkan sebuah pemandangan alam perbukitan di sekitar danau Rawa Pening yang disatukan dengan wahana – wahana modern yang ada.

Lokasi dan Rute Bukit Cinta Rawa Pening

Tempat wisata ini mudah sekali untuk dijangkau sekitar satu jam dari Kota Semarang. Danau Rawa Pening terletak di cekungan Gunung Merbabu Telomoyo dan Ungaran dengan luas sekitar 2.670 hektar. Tepatnya di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sejarah Bukit Cinta Rawa Pening

Bukit Cinta Rawa Pening (instagram @muhti_ardhianata)
Bukit Cinta Rawa Pening (instagram @muhti_ardhianata)

Rawa Pening dulunya dijadikan sebagai Gardu Pemantau Pertumbuhan Eceng Gondok oleh Pemerintahan Kolonial Belanda. Tujuan dibangunnya Gardu Pemantau ialah untuk mengendalikan pertumbuhan eceng gondok.

Karena adanya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik kolonial Belanda yang dikembangkan di Rawa Pening. Setelah kompeni tidak lagi menjajah Indonesia, pengelolaan tempat ini diteruskan oleh Pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1975, Gardu Pemantau Pertumbuhan Eceng Gondok ini diubah oleh Pemerintah Kabupaten Semarang menjadi Gardu Pemandangan Alam Rawa Pening. Kemudian pada tahun 1983 tempat ini mulai dikenal masyarakat luas dan berganti nama menjadi “Bukit Cinta Rawa Pening”.

Nama Bukit Cinta sendiri diambil karena banyaknya pengunjung yang menghabiskan waktu dengan orang – orang tersayang, sehingga terciptalah nama “Bukit Cinta”.

Kawasan ini cukup instagramable, pas buat kamu yang suka hunting foto – foto unik. Beberapa spot ditata cukup rapi sehingga membuat wisatawan betah di sini.

Apalagi ditambahnya dengan sebuah misteri di Rawa Pening, semakin melunjaknya wisatawan yang datang. Inilah legenda Rawa Pening yang sangat populer.

Singkat cerita dahulu ada seorang anak yang terlahir berwujud ular (Baru Klinting) hingga membuatnya tidak diakui oleh ayahnya. Untuk membuktikan bahwa ia anaknya, ayahnya memberikan syarat untuk menjadi manusia.

Ia harus melingkari Gunung Telomoyo dan bersemedi di Bukit Tugur. Ketika sedang bersemedi ia dikira naga sungguhan oleh warga sekitar, namun sebenarnya ia adalah jelmaan dari Baru Klinting.

Oleh karena itu warga membawanya pulang untuk dijadikan pesta, dengan niat membunuhnya justru warga membebaskan Baru Klinting dari kutukannya. Ia pun menjelma menjadi manusia yang berbau amis.

Karena rasa lapar Baru Klinting mendatangi warga yang sedang berpesta untuk meminta makan, namun warga yang angkuh mengusirnya, seketika itu Baru Klinting menunjukan kekuatannya. Ia menancapkan sebatang lidi ke dalam tanah, dan membuat sayembara.

Barang siapa yang mencabut lidi tersebut akan mendapatkan hadiah, namun tak seorang pun yang bisa mencabutnya. Sehingga akhirnya dicabut sendiri oleh Baru Klinting.

Dan dari bekas cabutan lidi tersebut keluarlah air yang seketika menenenggelamkan penduduk. Akhirnya terciptalah sebuah rawa yang sekarang terkenal dengan nama “Rawa Pening”.

Daya Tarik Bukit Cinta Rawa Pening

Bukit Cinta Rawa Pening (instagram @rimadhaniintan)
Foto: instagram @rimadhaniintan

Bukit Cinta merupakan sebuah bukit yang berada di sebelah barat daya Rawa Pening. Jika kamu datang ke Ambarawa cobalah mampir ke Bukit Cinta. Sebuah bukit dengan pemandangan yang menyejukan mata ditambah dengan hijaunya hamparan tanaman eceng gondok yang sangat luas.

Tempat ini memiliki banyak spot – spot keren yang pastinya pas buat kamu yang suka hunting foto. Kamu dapat menikmati danau Rawa Pening yang penuh dengan cerita misterinya.

Pintu masuk kawasan wisata Bukit Cinta Rawa Pening ditandai dengan sebuah gapura bertuliskan “Bukit Cinta Rawa Pening” dan terdapat patung ganesha di kedua tiang penyangganya.

Penarikan tiket retribusi masuk kepada pengunjung dilakukan di gapura masuk tersebut oleh petugas tempat wisata.

Saat berjalan menuju rawa kita akan disambut dengan bangunan berbentuk ular raksasa yang ekor dan kepalanya hampir bersentuhan. Bangunan itu ternyata perwujudan legenda Rawa Pening, yaitu ular Baru Klinting.

Di dalam Patung ular raksasa tersebut terdapat sebuah ruangan yang dijadikan sebagai museum binatang reptil dan berbagai jenis ikan air tawar. Pengunjung dapat membeli dan membawanya pulang.

Jenis ikan tersebut antaralain ikan lele, ikan patin, ikan nila, dan beberapa ikan hias seperti ikan lele albino, ikan tupang, dan ikan karper, dll. Di tepi rawa terdapat taman dan rindangnya pohon pinus yang menjulang tinggi bak payung yang akan melindungi taman dari panasnya terik matahari.

Di tengahnya terdapat aula (dalam tahap renovasi), yang biasanya dijadikan tempat untuk kontes burung oleh warga semarang dan sekitarnya. Kontes ini biasanya diadakan di pertengahan tahun sekitar bulan Mei – Juli.

Jika kamu lelah menyusuri rawa jangan khawatir karena di sini terdapat beberapa tempat duduk, dan gazebo untuk kita beristirahat dan menikmati indahnya Bukit Cinta.

Buat kamu yang membawa anak – anak, di sini juga terdapat wahana bermain seperti jungkat – jungkit, ayunan, dll. Bukit ini juga sering digunakan pengunjung untuk piknik bersama dengan keluarga.

Perut mulai berbunyi? Don’t worry karena di sini terdapat warung – warung makanan dan minuman yang dapat mengganjal perut kita.

Diantaranya ada resto terapung yang menyediakan makanan khas Banyu Biru yaitu keripik belut. Selain keripik belut resto ini juga menyediakan berbagai makanan berbahan dasar ikan air tawar, yang merupakan hasil budidaya rawa pening.

Terdapat pula wahana perahu, cukup membayar RP 60.000 untuk 30 menit kamu dapat menyusuri rawa pening. Ribuan bahkan ratusan ribu tanaman eceng gondok terdapat di permukaan rawa.

Tanaman ini akan memberikan sensasi naik perahu yang berbeda, karena nahkoda kapal akan melawan lebatnya tanaman eceng gondok yang ada untuk bisa menyusuri rawa.

Seperti tempat wisata lainnya Bukit Cinta Rawa Pening pun akan selalu berinovasi mengembangkan wahana – wahana yang ada, agar tempat wisata ini menjadi incaran para wisatawan.

Kedepannya akan dibangun wahana – wahana menarik seperti perahu motor, bebek air, perahu karet, becak mini bendi, perahu kayu, halaman terapung bahkan jetsky.

Harga Tiket Masuk Bukit Cinta Rawa Pening

Umumnya harga tiket biasanya berbeda antara weekdey dan weekend. Untuk weekday (Senin – Jum’at ) Rp. 6.000 / orang. Sedangkan weekend (Sabtu – Minggu ) Rp. 7.500 / orang. Bukit Cinta Rawa Pening dibuka pada pukul 08.00 – 18.00 WIB.

Jika pengen liburan atau sekedar refeshing kamu bisa datang ke Bukit Cinta Rawa Pening. Apalagi jika datang dengan pasangan, pasti akan tambah seru.

Tapi ada sebuah mitos yang mengatakan jika ada sepasang kekasih datang ke Bukit Cinta Rawa Pening, maka mereka akan segera putus. Kamu boleh percaya atau tidak ya, karena ini cuma mitos.

So, tunggu apalagi? Ajak anggota keluaraga kamu dan nikmati sebuah pemandangan bukit yang hijau dan suasana rawa yang memanjakan mata!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here